Cara Bobol ATM Menggunakan Fake Caller

Cara Bobol ATM Menggunakan Fake Caller
Cara Bobol ATM Menggunakan Fake Caller

Cara Bobol ATM Menggunakan Fake Caller – Pembobolan ATM adalah salah satu kejahatan yang cukup sering terjadi dan merugikan banyak orang khususnya pemilik rekening yang dibobol.

Baca Juga : Cara Transfer Uang Lewat ATM BRI

Pembobol biasanya akan menggunakan trick-trick tertentu untuk membobol ATM, entah itu dengan mengelabui korban atau dengan meretas langsung mesin ATM.

Namun, yang sering terjadi adalah pembobolan ATM atau rekening dengan mengelabui korban atau fake caller.

Apakah kamu penasaran mengenai cara bobol ATM dengan fake caller?

Cara Bobol ATM Menggunakan Fake Caller

Cara Bobol ATM Menggunakan Fake Caller
Cara Bobol ATM Menggunakan Fake Caller

Jika kamu penasaran dengan cara bobol ATM dengan fake caller, kamu bisa baca artikel ini sampai selesai supaya kamu dapat memahaminya.

Baca Juga : Solusi Lupa PIN ATM BRI

Dengan kamu paham cara bobol ATM dengan fake caller, maka kamu bisa lebih waspada pada pembobolan ATM terutama dengan metode fake caller.

Lalu bagaimana cara untuk membobol ATM dengan fake caller?

Tenang saja karena kali saya akan bahas cara bobol ATM dengan menggunakan metode fake caller.

Modus penipuan fake caller ini sudah sering terjadi dan berhasil mengelabui korban untuk menguras uang milik korban.

Di bawah ini cara untuk bobol ATM menggunakan metode fake caller.

1. Hal pertama yang biasanya dilakukan oleh pembobol adalah menelpon target yang akan dikelabui dengan mengaku sebagai pihak bank.

2. Nantinya pembobol akan menanyakan beberapa informasi yang diperlukan, seperti nomor CVV atau masa expired karu.

3. Kemudian, pembobol akan menanyakan kembali kepada target, seperti “apakah anda baru melakukan transaksi barang atau lainnya” yang sebenarnya tarnsaksi tersebut tidak pernah ada.

4. Nantinya si target pastinya akan mengelak kalau target tidak pernah melakukan transaksi yang disebutkan oleh pembobol.

5. Lalu, target akan diharuskan untuk membatalkan transaksi yang disebutkan dengan alasan keamanan. Hal ini yang biasanya membuat target percaya dengan si pembobol.

6. Di kesempatan tersebut pembobol akan meminta kode OTP yang biasanya dikirmkan ke target lewat SMS dan target akan diminta menyebutkannya.

7. Di step inilah yang akan menentukan berhasil atau tidaknya pembobol karena jika kode OTP yang dikirmkan disebutkan oleh target, maka pembobol bisa menggunakannya untuk transaksi.

8. Dari tarnsaksi yang dilakukan pembobol nantinya akan ditagihkan pada target yang sudah dikelabui tersebut.

Dengan cara tersebut kita bisa belajar agar lebih waspada terutama pada penelpon yang mengaku dari pihak bank dan meminta informasi kartu ATM yang sebenarnya bersifat rahasia.

Apabila ada penelpon yang mengaku dari pihak bank dan menanyakan nomor CVV atau meminta kode OTP yang dikirmkan, maka kamu perlu curiga.

Korban yang berhasil dikelabui biasanya panic karena mendengar alasan si pembobol kalau kartu ATM sedang tidak aman atau semacamnya dan akhirnya menuruti perintah dari pelaku pembobolan.

Meski trick tersebut sudah diketahui oleh banyak orang, namun nyatanya masih ada saja orang yang menjadi korban pembobolan tersebut.

Hal tersebut membutikan kalau masih saja ada orang yang belum mengetahui modus penipuan pembobolan ATM seperti yang tertera di atas.

Baca Juga : Cara Hack Atm Dengan Metode Skimming

Semoga trick di atas bisa menjadi pengetahuan untuk kamu terutama yang memiliki kartu ATM agar lebih waspada. Terima kasih.

Tinggalkan komentar